Beranda Terkini Mahasiswa Harus Ideal

Mahasiswa Harus Ideal

BERBAGI
Foto bersama BEM Unsyiah bersama Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali usai acara pembukaan upgrading BEM Unsyiah 2018. 2/3/18 (Novita Sari Sahputri/ DETaK)

Maisyarah Rita | DETaK

Aceh Besar – “Mahasiswa harus ideal” menjadi salah satu topik materi diskusi di kegiatan upgrading pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), pada Sabtu, 3 Maret 2018 di gedung Aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sibreh, Aceh Besar.

Materi tersebut disampaikan oleh Tri Wahyudi  dengan judul materi “Strategi menjadi Mahasiswa Ideal”. Dalam pemaparannya, lelaki yang akrab disapa Wahyu ini menyampaikan sejumlah strategi melalui pengalamannya menjadi mahasiswa ideal dengan berorganisasi.

Iklan Souvenir DETaK

“Menjadi  aktivis harus berani men-deadline diri, supaya kita tahu kita menjadi apa dengan batas waktu tempuh yang konkret,” ucap Wahyu.

Wahyu juga tak kalah antusias menyebutkan bahwa dunia aktivis adalah dunia yang banyak memiliki fase ujian yang akan mengajarkan aktivis cara memberikan solusi dari persoalan yang dihadapi.

“Problem yang gede biasanya akan menghadirkan pahlawan dan pecundang, tergantung anda mau pilih andil yang mana,” tantangnya.

Di tengah sesi sharing inspiratifnya, sejumlah peserta materi yang mengajukan pertanyaan lanjutan mengenai pengaruh organisasi bagi kesuksesan dan ditanggapi Wahyudi dengan penjelasan yang intuitif.

Wahyudi mengalurkan sukses tanpa berorganisasi adalah sesuatu yang gamblang diraih. Baginya, berorganisasi justru suatu kewajiban bagi seorang muslim.

“Pentingnya berorganisasi itu supaya tidak egois, karena kita mengikat diri anda pada keadaan yang peduli pada orang lain,” jelas Wahyudi mengalir.

Kemudian ia menambahkan bahwa ilmu kemanusiaan dan sosialisasi penting untuk ditekuni dari berorganisasi karena ilmu sosial akan diaplikasikan seumur hidup. Ia memberikan gambaran bahwa ilmu direktur adalah sosialisasi yang mahir.

“Ilmunya orang direktur adalah mempengaruhi orang lain, sosial itu, bukan ilmu pekerja teknisi yang ahli bisa sendiri, bukan teknisi. Jika mau sukses, hebat, dan berpengaruh, percaya pada saya, tekuni ilmu aktivis dalam berorganisasi,” tutup Wahyu mantap.

Yuli, salah satu peserta kegiatan upgrading yang bersal dari jurusan Ilmu Komunikasi,  Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan (FISIP) Unsyiah merasa antusias mengikuti sesi materi tersebut, karena melalui pengenalan manfaat organisasi dalam membentuk mahasiswa yang ideal, ia semakin tertarik untuk mendalami dunia organisasi yang akan digelutinya di BEM.

“Dengan pembawaan pemateri, kitanya jadi semangat untuk menekuni organisasi karena banyak manfaatnya,” komentar Yuli usai sesi materi tersebut berakhir.[]

Editor: Dhenok Megawulandari