Beranda Terkini Despro Kumpulkan 20 Kantong Plastik Sampah di Sepanjang Pantai Alue Naga

Despro Kumpulkan 20 Kantong Plastik Sampah di Sepanjang Pantai Alue Naga

BERBAGI
Panitia dan relawan yang tergabung dalam aksi membersihkan Pantai Alue Naga. 8/10/2019. (Sri Elmanita S.| DETaK)

Sri Elmanita S. | DETaK

Banda Aceh- Desa Produktif (Despro) yang merupakan salah satu program pembinaan rutin Dompet Dhuafa bidang pendidikan bekerja sama dengan ETOS ID melaksanakan aksi membersihkan Pantai Alue Naga. Aksi ini dilaksanakan pada Selasa, 08 Oktober 2019, dengan tema “Selamatkan Bumi, Selamatkan Masa Depan”.

Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung pada beasiswa ETOS ID, tapi juga melibatkan mahasiswa dari beberapa Universitas lainnya. Mahasiswa tersebut tergabung atas perekrutan yang diadakan melalui media sosial berupa WhatsApp serta Instagram sebagai relawan yang ambil bagian dalam memelihara lingkungan. Tidak hanya membersihkan pantai, para relawan terpilih juga mendapatkan fasilitas berupa sertifikat dan makanan ringan dari panitia.

“Kami merekrut relawan untuk umum dan sebagian besar yang hadir yaitu mahasiswa Unsyiah, UIN Ar-Raniry, STKIP BBG. Sungguh di luar ekspetasi. Kami mengira hanya akan ada 20 orang yang hadir, ternyata ada sekitar 40 orang lebih yang ikut hadir dan ikut dalam aksi ini,” Jelas Cut Putroe Salsabila, sebagai salah satu panitia.

Aksi pembersihan pantai ini baru pertama kali diselenggarakan oleh Despro. Tujuannya ialah untuk menyadarkan kepada setiap orang bahwa yang merasakan dampak negatif dari sampah yang tidak dikelola dengan baik bukanlah orang lain, melainkan diri kita sendiri.

“Desa produktif itu sebagai suatu wadah untuk program pemberdayaan masyarakat yang terbagi dalam beberapa divisi, salah satunya yaitu divisi lingkungan. Aksi membersihkan pantai ini baru pertama kali kami lakukan,” tambahnya.

Dari kegiatan ini, Despro berhasil mengumpulkan 20 kantong plastik besar sampah yang dikumpulkan dari sepanjang pinggiran Pantai Alue Naga. Saat aksi dilaksanakan, relawan dibagi menjadi lima kelompok yang diberikan beberapa kantong plastik yang digunakan untuk memilah jenis sampah. Sampah botol adalah sampah yang paling banyak ditemukan setelah sampah plastik.

“Saya sebagai salah satu relawan sangat beruntung dapat mengikuti kegiatan ini. Apalagi Indonesia disebut sebagai penyumbang sampah paling banyak. Dengan adanya kegiatan ini, saya menjadi bagian dalam mengurangi sampah.” Tutur Qatrunnada, sebagai salah satu relawan aksi membersihkan pantai. []

Editor: Nurul Hasanah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here