Beranda Terhangat Pembangunan Gedung Baru Fakultas Pertanian Habiskan Dana Sekitar Empat Milyar

Pembangunan Gedung Baru Fakultas Pertanian Habiskan Dana Sekitar Empat Milyar

BERBAGI
Tampak depan gedung baru Fakultas Pertanian. (Nihayatul Afifah Husna/DETaK, 11/02/2020)

Nihayatul Afifah Husna| DETaK

Darussalam– Pembangunan gedung baru Fakultas Pertanian (FP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) diperkirakan akan selesai pada tahun ini. Hal itu disampaikan oleh Sofyan selaku Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan pada Selasa, 11 Februari 2020.

“2018 kita detail engineering kemudian 2019 kita melaksanakan pembangunan fisiknya. Alhamdulillah dukungan Pak Rektor secara penuh untuk pembangunan pusat perbengkelan itu,” ujar Sofyan tentang pembangunan gedung yang sudah berlangsung sejak tahun 2018 lalu.

Beliau juga memaparkan bahwasannya gedung baru tersebut akan berfungsi di bawah naungan program studi Teknik Pertanian. Selain digunakan untuk pusat mekanisasi yang berada di bawah naungan program studi Teknik Pertanian, gedung tersebut juga akan digunakan sebagai media bagi mahasiswa untuk merancang alat pertanian serta tempat perbaikan alat-alat pertanian.

Terkait dana yang digelontorkan, Sofyan memperkirakan sekitar empat milyar rupiah dikeluarkan Unsyiah untuk pembangunan ini.

“Persisnya saya tidak hafal, tapi sekitar kurang lebih empat milyar dan murni dana dari Unsyiah.

Sejauh ini belum ada kendala berarti yang dihadapi saat pembangunan gedung baru tersebut.

“tidak ada kendala yang berarti, mudah-mudahan tahun 2020 ini sudah bisa beroprasi walaupun di sana-sini masi banyak hal yang harus dilengkapi,” ujarnya.

Pembangunan gedung baru ini juga menunjang untuk memenuhi standar pengakreditasian, beliau juga berharap kedepannya alumni Fakultas Pertanian ketika berbicara tentang alat-alat mekanisasi tidak hanya melihat gambar visualnya saja namun juga bisa mengoperasikannya

“Gedung itu adalah salah satu sarana yang dituntut barangkali sebagai standar minimal yang harus kita miliki sebagai sebuah program studi,” tutupnya. []

Editor: Missanur Refasesa