Beranda Terhangat Penelitian Terhambat Akibat Pandemi, Mahasiswa Minta Rektor Beri Keringanan

Penelitian Terhambat Akibat Pandemi, Mahasiswa Minta Rektor Beri Keringanan

BERBAGI
loading...

Nihayatul Afifah Husna | DETaK

Darussalam- Kuliah bersemuka dialihkan menjadi daring akibat Covid-19, sejumlah mahasiswa semester akhir di Unsyiah yang sedang dalam masa penelitian skripsi mengaku proses penelitian mereka ikut terhambat. Karenanya, mereka berharap agar pihak kampus dapat memberikan keringanan bagi mahasiswa semester akhir yang sedang melaksanakan penelitian.

Ramadani Syapitra, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian angkatan 2016 yang saat ini tengah melakukan penelitian mengaku bahwasannya kebijakan yang dikeluarkan oleh Dekan Fakultas Pertanian terkait kebijakan metode penelitian akhir dengan data sekunder masih belum efektif. Hal ini karena tidak semua penelitian bisa menggunakan data sekunder karena pola perlakuan setiap penelitian berbeda.

loading...

“Sesuai dengan surat edaran Dekan Fakultas Pertanian bahwasanya bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan tugas akhir dapat dilaksanakan dengan cara menggunakan data sekunder, hal ini dapat membantu bagi sebagian mahasiswa untuk dapat menyelesaikan tugas akhirnya dengan cepat. Namun sebagian dari kami khususnya mahasiswa pertanian yang sedang melaksanakan penelitian tidak dapat menggunakan data sekunder berhubung pola perlakuan pada penelitian kami berbeda dengan data-data yang sebelumnya sudah ada. Maka, karena itulah kami tetap memutuskan untuk melanjutkan penelitian sesuai dengan arahan dosen pembimbing kami,” ungkapnya kepada wartawan DETaK Unsyiah

Tidak hanya itu, proses penelitian yang dilakukan saat masa pandemi ini menimbulkan beberapa kendala lain, seperti kebutuhan ekonomi yang semakin mencekik.

“Untuk melaksanakan penelitian alhamdulillah tetap fokus dan lancar. Kendala hanya saja pada kebutuhan ekonomi saja, contohnya saya sendiri anak petani mungkin akan lebih sulit lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari ditengah kondisi pandemi di kampung halaman saya juga harga kopi turun drastis sehingga orang tua saya juga kesulitan untuk membiayai saya.  Saya rasa begitu juga dengan teman-teman lainya yang pekerjaan orang tua sebagai petani,” lanjutnya.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Aulia Maisyaroh, juga menanggapi bahwasannya kebijakan yang telah dikeluarkan oleh rektor Unsyiah sudah bagus, namun ia berharap rektor mempertimbangkan lagi agar penelitian skripsi bisa diganti dengan artikel ilmiah serta penghapusan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk semester selanjutnya.

“Surat keputusan rektor kan isinya ada banyak ya. Dari semuanya ya kebijakannya udah baik sih. Cuma mungkin harapan kami ini yang semester akhir ada dikasih keringanan sikit. Kayak di unesa kalau enggak salah ya, skripsi diganti artikel ilmiah. Atau kayak di ITB dan USU kalau SPP semester depan enggak perlu bayar. Kan kami bayar semester ini cuma 2 bulan bisa konsul dan lain lain. Selebihnya enggak bisa. Karena covid ini kan, kebijakan rektor ikut kebijakan pemerintah. Ya kita sebagai masyarakat terima terima aja sih. Kayak UN, kan ditiadakan. Kami juga pengen skripsi dikasih keringanan. Kan sayang, semester ini tinggal MK skripsi. Karena terkendala penelitian jadi x nilainya ntar karena enggak siap,” ungkapnya.[]

Editor: Nurul Hasanah

BERBAGI