Beranda Siaran Pers Pemerintah Daerah Diminta Perhatikan Mahasiswa Aceh di China

Pemerintah Daerah Diminta Perhatikan Mahasiswa Aceh di China

BERBAGI

Siaran Pers | DETaK

Banda Aceh – Dekan Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry, A Rani Usman, meminta Pemerintah Daerah Aceh untuk lebih peduli kepada mahasiswa yang sedang menumpuh pendidikan di negeri China. Sampai kini, kata Rani, kepedulian Pemda hampir tidak ada.

“Tahun kemarin kita mengirim empat orang, dan satu orang tahun ini. namun mereka sedikit pun tidak mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Aceh,” ujar Rani seusai pelepasan jamaah haji keluarga besar IAIN Ar-Raniry, di Auditorium Ali Hasyimi, Kamis (13/9/2012) pagi. Seharusnya, kata Rani, mereka berhak memperoleh hak yang sama seperti mahasiswa lain yang menumpuh pendidikan di negara lain selain China.

Para mahasiswa yang menempuh pendidikan master di negeri tirai bambu tersebut disokong oleh beasiswa Pemerintah China. Namun, Rani menyangsikan biaya hidup para mahasiswa di perantauan tersebut. “Tidak mungkin cukup kalau hanya mengharapkan bantuan Pemerintah China saja.”

Menurut Rani, persaingan global kini bukan lagi mengarah ke Amerika, tapi ke China. Oleh karena itu, beasiwa yang dikejar sekarang bukan lagi ke Amerika Serikat, tapi ke China. “Ini yang harus diperhatikan oleh petinggi yang menangani beasiswa, khususnya pemda,” harapnya.

Saat ini, pihaknya telah merintis kerjasama dengan pemerintah Korea dan Jepang. Ia mengharapkan pemerintah yang baru bisa lebih peduli dan memberi perhatian bagi mahasiswa yang berminat untuk menempuh pendidikan kesana. “Kita juga telah mendirikan badan koordinasi pendidikan bahasa mandarin, tapi sedikit pun tidak ada bantuan dari pemda,” kata Rani.

Peusijuek Empat Jamah Haji

Sementara itu, Rektor IAIN Ar-Raniry, Farid Wajdi melakukan Peusijuek atas empat jamaah haji dari lingkungan Kampus IAIN. Acara yang dihadiri seluruh civitas akademika IAIN tersebut dipadukan dengan halal bilahalal keluarga besar IAIN Ar-Raniry.

Farid Wajdi menyebutkan, untuk tahun ini, memang sedikit karyawan maupun dosen IAIN yang berangkat ke tanah suci. Namun, bukan berarti hal itu minat para dosen tersebut berkurang. “Mungkin belum jatah mereka.  Kepada yang berangkat, kita mendoakan semoga menjadi haji yang mabrur, dan pulang nantinya bisa mengaplikasikan amalnya di kampus IAIN tercinta,” papar Farid. []