Beranda Siaran Pers MTU Disdik Aceh Jangkau Santri Dayah

MTU Disdik Aceh Jangkau Santri Dayah

BERBAGI
(Dok. Panitia)

Siaran Pers | DETaK

Banda Aceh– Program Unit Pelatihan Bergerak atau Mobile Training Unit (MTU) bantuan Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh yang diperuntukkan bagi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kembali dilanjutkan. Bahkan, pada tahun 2018 ini, kegiatan yang secara teknis dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Aceh meluas hingga ke SMK di lingkup Dayah dalam rangka mewujudkan program Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Aceh Carong.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMK pada Dinas Pendidikan Aceh, Teuku Miftahuddin, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Kurikulum Bidang Pembinaan SMK, Asbaruddin, mengatakan bahwa mulai tahun ini alat praktik bergerak tersebut turut melatih pelajar SMK di lingkup Dayah.

“Nah, selain bisa digunakan siswa SMK Swasta Dayah, alat praktik bergerak ini juga bisa digunakan oleh masyarakat umum,” ujar Asbaruddin di Banda Aceh pada Minggu, 1 April 2018.

Ia menyebutkan, pada tahun 2018 ini Dinas Pendidikan Aceh akan melatih sebanyak 20 SMK yang dikelola oleh Pemerintah Aceh dan masyarakat serta 10 SMK Swasta di lingkup Dayah di seluruh Aceh.

“Pelatihan ini terdiri dari 10 angkatan, dan telah berlangsung sejak 23 Maret hingga 31 Oktober 2018 mendatang. Hal ini sehubungan dengan diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk itu, kita terus memotivasi semua pihak guna mempersiapkan tenaga kerja siap pakai  untuk mengantisipasi peningkatan mobilisasi tenaga kerja antar negara ASEAN,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini sebagai salah satu upaya Pemerintah Aceh yang harus dilakukan dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu membuka usaha baru dan mampu bersaing dalam mendapatkan pekerjaan.

“Intinya, SDM yang dipersiapkan haruslah benar-benar qualified dan certificated sehingga bisa bersaing dengan SDM dari negara-negara ASEAN yang lain. Antisipasi terhadap MEA sangat diperlukan, terutama di bidang pemberdayaan pengembangan SDM terampil,” tutur Asbaruddin.

 

(Dok. Panitia)

 

Ia juga menjelaskan, Penghapusan Hambatan Non-tarif dan Single Window mengakibatkan tenaga kerja dari luar negeri lebih mudah bermigrasi ke Indonesia.

“Mereka (tenaga kerja asing) yang memiliki keahlian di atas keahlian SDM Indonesia, tentu akan sulit bagi tenaga kerja Indonesia mendapat  pekerjaan di perusahaan yang ada di Indonesia jika hal ini tidak diantisipasi secepat mungkin,” terangnya.

Hal ini tentu saja didasarkan pada keyakinan atas manfaatnya yang secara konseptual meningkatkan partumbuhan ekonomi dikawasan ASEAN.

“Dan yang paling diprioritaskan oleh Pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan peluang tersebut adalah dengan meningkatkan pemberdayaan potensi yang dimiliki, salah satunya adalah pemberdayaan SMK,” katanya lagi.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh senantiasa memotivasi SMK untuk memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1) agar tamatan SMK Aceh tidak hanya mendapatkan ijazah, tapi juga sertifikat kompetensi keahlian sehingga dapat diakui di dunia usaha/industri dan mampu berkompetisi menembus pasar tenaga kerja di tingkat regional dan internasional.

“Model program pelatihan Mobile Training Unit (MTU) adalah mendidik dan melatih siswa SMK supaya mampu membuka usaha baru dan bisa memasuki dunia usaha dan dunia industri, maka dengan program tersebut siswa juga akan diikutsertakan ke dalam program magang industri secara intensif sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan di bidang yang sedang digeluti oleh siswa,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, tiga unit MTU yang ditempatkan di SMK memiliki keunggulan yang berbeda.

MTU 1: berisi peralatan pendukung jurusan Teknik Bangunan dengan Kompetensi Keahlian Briclaying, Cabinet Making, Joinary, Plumbing.

MTU 2: digunakan untuk mendukung Jurusan Teknik Elektro dengan Kompetensi Keahlian Elektronika, Listrik Instalasi, Multimedia, dan Teknik Informatika.

MTU 3: digunakan untuk mendukung jurusan Teknik Otomotif dengan Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan, Outboat Motor/Motor Tempel, dan Teknik Pengelasan.[]

Editor: Herry Anugerah

Comments

comments