Beranda Siaran Pers Mahasiswa PKM-M Unsyiah Manfaatkan Buah Nipah Menjadi Tepung dan Manisan

Mahasiswa PKM-M Unsyiah Manfaatkan Buah Nipah Menjadi Tepung dan Manisan

BERBAGI
(Dok. Pribadi)

Siaran Pers | DETaK

Darussalam – Dua mahasiswa Statistika dan satu mahasiswa D3 Ekonomi Manajemen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) berhasil mengajak sebagian masyarakat Aceh Singkil untuk memamfaatkan buah Nipah menjadi produk tepung dan manisan yang memiliki nilai ekonomis melaui program “Optimalisasi Pemamfaatan Buah Nipah Untuk Mengurangi Jumlah Pengangguran”. Selasa, 24 Juni 2018.

Diketuai oleh Zulfazli, tim yang beranggotakan Erni Lusiani dan Ahmad Taufiq ini berhasil mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk menjalankan program tersebut.

Zulfazli mengatakan bahwa banyak hal yang dapat dimamfaatkan dari tumbuhan Nipah, diantaranya buah Nipah dapat diolah menjadi tepung dan manisan. Oleh karena itu,  mereka berinisiatif untuk memberikan pengetahuan dan membuka wawasan masyarakat Aceh Singkil yang sebagian besar wilayahnya rawa-rawa yang ditumbuhi oleh tumbuhan Nipah dan saat ini belum terlalu dioptimalkan oleh masyarakat setempat. Program ini bertujuan mengedukasi masyarakat setempat bahwasanya tumbuhan Nipah sangat bermamfaat dan dapat diolah menjadi produk-produk yang bernilai ekonomis tinggi seperti produk tepung, manisan, dan lain-lain.

 

(Dok. Pribadi)

Ketika pelaksanaan program berlangsung, pihaknya menjelaskan kepada masyarakat setempat mengenai produk-produk yang dapat dimamfaatkan dari tumbuhan Nipah serta bagaimana cara pengolahan yang praktis, yaitu cara membuat tepung dari buah Nipah tua dan manisan dari buah Nipah muda, karena menurut mereka dua produk tersebut memiliki nilai jual yang tinggi dipasaran.

Mereka berharap, setelah masyarakat mampu dan mahir membuat produk yang telah mereka ajarkan, kedepannya kegiatan ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Editor: Fazrina Nabillah