Beranda Siaran Pers HMI FKIP: Kaderisasi Penting dalam Proses

HMI FKIP: Kaderisasi Penting dalam Proses

BERBAGI
(Dok. Panitia)

Siaran Pers | DETaK

Banda Aceh- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menyelenggarakan Rapat Anggota Komisariat (RAK) XXXII di Aula Insan Cita HMI cabang Banda Aceh pada Minggu, 13 Mei 2018.

Dengan mengusung tema “Satu nafas, hijau hitam, menuju komisariat FKIP yang berani dan berkreasi membawa organisasi ke arah cahaya keislamian”, ketua panitia berharap dapat meningkatkan persatuan dan gotong royong sesama kader.

“Sesuai dengan tertib administrasi sejatinya cabang sudah melakukan Konfercab dan begitu juga komisariat sudah selesai dalam pelaksanaan RAK, jika memang itu tidak dilaksanakan maka kita telah melanggar Anggaran Dasar HMI pasal 8 tentang perkaderan,” ucap Wanhar selaku Ketua Umum HMI Komisariat FKIP Unsyiah dalam sambutannya.

Ia menegaskan akan pentingnya regenerasi dan pengkaderan di HMI.

“Kedepan pastinya HMI akan menghadapi permasalahan-permasalahn yang sangat sulit, maka oleh karena itu perlunya inovasi untuk menawarkan kelebihan untuk menjadikan HMI sebagai organisasi yang diminati oleh kalangan mahasiswa,” ujar Ambia Dianda selaku Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh.

Senada dengan Wanhar, Ramadhana Lubis selaku Alumni HMI Komisariat FKIP menyampaikan akan pentingnya proses pengkaderan di HMI

“Pentingnya berproses di HMI, tidak ada apa-apanya menjadi seorang ketua komisariat, cabang, badko kalau tidak berproses untuk meningkatkan potensi dan kapasitas diri. Menganggap orang lain itu baik, membesarkan orang lain, saling membantu inilah kunci kesuksesan dalam berorganisasi,” tambahnya.

Pada penghujung acara, kegiatan RAK XXXII ini disambung dengan sesi kuliah Insan Cita yang disampaikan oleh Rafly Kande terkait wawasan kebangsaan melalui seni dan budaya, pada saat yang sama Rafly juga menyampaikan pesan kepada HMI

“Memperbaiki itikad dan proses yang paling penting, HMI harus membekali batin hingga menuju keihklasan, semua kerja keras dan pengorbanan harus kita tujukan kepada Allah. InsyaAllah Allah SWT janjikan kejayaan. HMI harus menjadi cita rasa santun bagi peradaban Indonesia selanjutnya,” pungkasnya. []

Editor : Missanur Refasesa