Beranda Siaran Pers FAMJC Gelar Workshop Film Fiksi

FAMJC Gelar Workshop Film Fiksi

BERBAGI
loading...

Siaran Pers | DETaK

Banda Aceh – Forum Alumni Muharram Journalism Collage (FAMJC) menggelar workshop film fiksi, di ruang sekolah MJC, Beurawe, Selasa, 2 Oktober 2012. Workshop bekerjasama dengan Lamp On Aceh Film Community tersebut menghadirkan Sidi Saleh, sebagai pembicara.

Sidi Saleh merupakan sutradara film fiksi. Namun ia lebih dikenal sebagai penata kamera di beberapa film panjang seperti Babi Buta Ingin Terbang dan Merah Itu Cinta. Baru-baru ini, film garapannya bersama Edwin, Poscard From the Zoo, berhasil tembus dalam festival film internasional di Berlin atau Internationale Filmfestspiele Berlin yang lebih kerap disebut Berlinale 2012 yang berlangsung pada 9-19 Februari lalu.

loading...

Sidi berbicara mengenai perkembangan film, mulai dari sejarah, setting kamera, pencahayaan, hingga trik-trik dalam garapan film fiksi. “Butuh energi lebih kuat untuk menggarap film fiksi, beda dengan dokumenter. Ngomongin fiksi membutuhkan energi lebih lah. Harus konsistensi dalam segala hal,” ujar alumnus IKJ ini.

Workshop tersebut diikuti oleh 30-an sineas-sineas muda aceh dan alumni sekolah jurnalistik Muharram Journalism Collage. “Kita memang sengaja mengajak anak-anak muda khususnya yang memang suka seni sinematografi untuk bisa ikut, karena workshop film fiksi sangat jarang dilakukan di Banda Aceh. Ini menjadi sebuah awal baru, semoga bisa lahir banyak karya film fiksi di tangan teman-teman di Aceh,” kata Muhammad Hamzah Hasballah, Ketua FAMJC.

Sidi mengakui, alam Aceh terlalu menarik untuk dilewatkan. “Kita melihat potensi itu. Sangat bagus untuk dijadikan lokasi garapan film,” katanya sore kemarin, dalam bincang-bincang dengan awak Lamp On, di Ulee Kareng.

Ia berencana menggarap film fiksi di Aceh Jaya, tanggal 9 nanti. “Mudah-mudahan ia bisa ikut melibatkan kawan-kawan, peserta workshop untuk bisa ikut serta, merasakan bagaimana garapan film fiksi tersebut. Jadi ini kesempatan sangat besar saya rasa,” kata Hamzah. Film fiksi Sidi akan mengangkat sisi penghikayat yang diperankan langsung oleh orang Aceh.[]