Beranda Siaran Pers Baksos Sapu Pencil Aceh 2016 di Pulo Aceh

Baksos Sapu Pencil Aceh 2016 di Pulo Aceh

BERBAGI
Istimewa
loading...

Siaran Pers | DETaK

Pulo Aceh – Himpunan Mahasiswa Guru Sekolah Dasar (Himagusda) Unsyiah baru saja menyelenggarakan bakti sosial “Sapu Pencil Aceh 2016” yang dilaksanakan pada tanggal 10 sampai 14 Januari 2016. Awalnya kegiatan bakti sosial ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Desember 2015, sungguh luar biasa minat Mahasiswa PGSD Unsyiah sangat banyak untuk ikut dalam social event ini. Karena menemui beberapa kendala, akhirnya akhirnya bakti sosial ini dilaksanakan pada bulan Januari 2016.

Tujuan sederhana yang ingin dicapai oleh Himagusda adalah ingin membangkitkan semangat belajar dan sekolah anak-anak daerah terpencil Aceh untuk tetap terus melanjutkan pendidikan agar cita-citanya tercapai. Hal ini senada dengan Visi dan Misi Himagusda 2015/2016 untuk Menyalurkan Ilmu-ilmu yang didapat dan dimiliki ketika perkuliahan dengan aksi nyata bukan fatamorgana belaka

Kegiatan Bakti Sosial ini di peruntukkan hanya untuk Mahasiswa PGSD Unsyiah saja, dan jumlah mahasiswa yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 32 orang, yang terdiri dari 20 orang perempuan dan 12 orang laki-laki. Untuk kedepannya bukan tidak mungkin jika Himagusda menjadi pelopor acara serupa yang diperuntukkan untuk siapa saja yang ingin mengikuti bakti sosial di daerah terpencil.

Bakti sosial “Sapu Pencil”dilaksanakan selama 4 Hari. Dimana selama 4 hari ini banyak cerita yang tersembunyi tapi tak ingin disembunyikan karena sungguh menyenangkan jika dibagikan.

Dimulai dari hari pertama berlayar menggunakan perahu nelayan menuju Pulo Aceh, Angin yang lumayan kencang, Ombak yang juga tak ingin kalah dari angin membuat perjalan menuju Pulo Aceh semakin ramai saja. Sesekali jika dilihat kami kelihatan seperti para Rohingya yang terdampar di lautan, cuaca panas dan juga kehausan itu bukan suatu alasan atau halangan untuk tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang sangat bermanfaat ini.

Perjalanan sungguh menakjubkan, dimana sepanjang mata memandang terdapat pulau-pulau yang indah yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi, sungguh luar biasa ciptaan Allah, semoga kita terus menjaganya dan juga bersahabat dengan alam sehingga alam pun akan memberikan manfaatnya untuk kita semua.

Pada hari selanjutnya kami mulai melakukan rangkaian kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Meulingge. Siswa di SD ini tidak banyak, rata-rata murid perkelasnya 5-10 orang. Meskipun murid tiap kelasnya tidak banyak tapi semangat mereka bersekolah patut diancungi jempol. Rangkaian belajar mengajar yang dilakukan diantaranya yaitu kelas motivasi, pengenalan tokoh-tokoh pendidikan indonesia, Latihan kepemimpinan dasar, Kelas Solusi, Pentingnya pendidikan Usia dini, Gebyar pendidikan Rangking 1, konservasi alam, dan nonton bareng video tentang pendidikan karakter.

Pulo Aceh, adalah Pulau terujung barat indonesia. Pulau ini menyimpan keindahan alam yang sangat indah, maka tak sah apabila kita tidak mengunjungi wisata alamnya. Mercusuar adalah salah satu tempat yang harus dikunjungi apabila berkunjung ke pulo Aceh. Mercusuar adalah bangunan peninggalan Belanda pada masa lampau. Mercusuar memiliki ketinggian yang lumayan tinggi. Anak tangga menara ini berjumlah 186 dan di puncak menara ini kita dapat melihat pemandangan lautan luas yang sangat indah. Tenaga ekstra harus dipersiapkan jika ingin menuju ke puncak mercusuar ini.

Pesan bagi wisatawan yang berkunjung adalah jagalah kebersihan tempat wisata ini, jangan membuang sampah sembarangan, karena membuang sampah sembarangan hanya dilakukan oleh orang-orang yang tak tau aturan.

Terakhir, harapannya adalah semoga kegiatan Bakti sosial yang kami lakukan bermanfaat dan memotivasi anak-anak Desa Meulingge untuk terus bersekolah, dan semoga kegiatan bakti sosial ini terus berlanjut setiap tahunnya dan dilakukan di daerah-daerah terpencil aceh lainnya. Dan Insyaallah tahun depan akan dilakukan di pulau Banyak. Terimakasih kepada para pembaca, semoga bermanfaat. Amin…[]

Editor: Riska Iwantoni