Beranda Headline Wejangan Nasihat Dari Humas Unsyiah Untuk MABA 2015

Wejangan Nasihat Dari Humas Unsyiah Untuk MABA 2015

BERBAGI
Tugu Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. (Riska Iwantoni/DETaK

Dinda Triani | DETaK

Tugu Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. (Riska Iwantoni/DETaK
Tugu Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. (Riska Iwantoni/DETaK

Darussalam – “Jujur bukan berarti tidak bohong, ada cara terbaik untuk tidak bohong tapi juga tidak jujur,” jelas Ilham Maulana, Kepala Humas Unsyiah ketika memberikan wejangan singkat dalam agenda pengenalan Unsyiah pada calon mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015, di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Selasa, 09 Juni 2015.

Lanjutnya ia menjelaskan apa yang dimaksud dengan perkataanya tersebut, “Kita haruslah membaca kemungkinan, mencari peluang, menggunakan kesempatan dan tidak menghitung-hitung sesuatu sebelum perhitungan Allah ditetapkan,” jelasnya dalam kesempatan singkat tersebut.

Iklan Souvenir DETaK

Ia juga mengatakan bagaimana banyak orang Indonesia yang gagal dalam mencari kerja pada tahap wawancara. Disebabkan mereka terlalu jujur. Harusnya sarjana mampu menutup kelemahan dengan jawaban yang meyakinkan untuk mendapatkan kesempatan dan menunjukkan kebolehan.

Meyakinkan mahasiswa baru dengan menegaskan bahwa orang bodoh terlihat pintar itu jauh lebih baik dari pada orang pintar yang terlihat bodoh. Karena dengan hal tersebut kita akan mendapatkan kesempatan. Dan saat itulah kita membuktikan jika kita mampu. Ia turut bercerita tentang pengalaman pribadinya bagaimana cara ia “terlihat pintar”.

Pesan lain ia tambahkan bahwa apa yang harus di poles bukan hanya kecantikan, bukan hanya ilmu, namun juga cara menampilkan hal itu pada banyak orang. Pelajari itu dan itulah sarjana yang sesungguhnya.

Bergaul dengan banyak orang, berorganisasi, dan tampil di hadapan banyak orang untuk terlihat pintar dan menunjukkan kepintaran. Sepintar dan secantik apapun seseorang tidak akan ada artinya jika ia tidak menampakkannya.

“Banyak mahasiswa yang menganggur diluar sana bukan karena mereka tidak pintar namun karena mereka tidak mampu terlihat pintar dan menampilkannya di hadapan khalayak. “[]

Editor : Riyanti Herlita