Beranda Headline Standar Kelulusan TOEFL, Ini Penjelasan Pusat Bahasa Unsyiah

Standar Kelulusan TOEFL, Ini Penjelasan Pusat Bahasa Unsyiah

BERBAGI
Istimewa

Cut Meliana | DETaK

Darussalam – Sejak Maret 2015 lalu, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) telah mengeluarkan surat edaran pemberlakuan sistem baru terkait standar kelulusan test TOEFL.  Bagi mahasiswa yang belum mendapatkan nilai TOEFL sebagaimana standarnya diwajibkan mengikuti les TOEFL yang dilaksanakan oleh masing-masing fakultas.

Usman Kasim, kepala Pusat Bahasa Unsyiah mengungkapkan bahwa penetapan sistem ini awalnya hanya akan diberlakukan kepada mahasiswa yang mengalami masa kritis seperti Drop Out (DO), maupun mahasiswa yang telah lama belum lulus. Namun, melihat banyaknya mahasiswa yang kesulitan terhadap kelulusan TOEFL, maka sistem tersebut berlaku untuk semua mahasiswa Unsyiah.

Iklan Souvenir DETaK

“Bagi mahasiswa yang kena DO atau mungkin sudah lama atau masalah SPP dan sebagainya. Nah, mungkin itu sebabnya dikeluarkan kebijakan ini,” ungkapnya saat ditemui di kantornya Senin, 26 September 2016.

Lamjutnya, kebijakan sistem TOEFL tersebut dinilai sebagai langkah untuk mempermudah mahasiswa agar cepat lulus serta meningkatkan kemauan untuk belajar Bahasa Inggris. Mahasiswa yang mengikuti les tersebut dapat lulus dengan mendapatkan sertifikat les setelah mengikuti test TOEFL sebelumnya.

Selain itu dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bahasa Inggris, Unsyiah juga membuat program pendukung mata kuliah Bahasa Inggris (UP3BI) dengan sistem tutorial dari kakak asuh.

“Sejak tahun lalu mahasiswa dibekali juga dengan TOEFL, dibekali pula dengan MKU yang fokusnya pada penerapan bahasa Inggris. Disamping itu ada juga program UP3BI, dengan sistem tutorial,” timpalnya.

Meski ada beberapa isu yang mengatakan bahwa sistem ini tidak diberlakukan lagi, namun Usman menuturkan bahwa sampai saat ini belum ada surat pemberitahuannya yang masuk terkait hal tersebut.[]

Editor: Eureka Shittanadi