Beranda Film Ssstt.. Terlalu Banyak Bicara Mempersingkat Umur

Ssstt.. Terlalu Banyak Bicara Mempersingkat Umur

BERBAGI
a-thousand-words1
foto: (istimewa)

Muallifah | DETaK

Genre             : Komedi

Written by       : Steave Koren

Produser         : Nicolas Cage, Alain Chabat, Stephanie Danan, Norman Golightly, Brian     Robbins, Sharla Sumpter

Distributor       : Dreamwork

Tahun Rilis      : 23 Maret 2012

Durasi             : 91 menit

Manusia menghabiskan waktunya dengan berbicara, ada sebagian yang bahkan kadar dari bicaranya lebih banyak dibandingkan manusia lain. Bayangkan jika berbicara kemudian dibatasi, mungkin tidak menjadi masalah bagi beberapa orang. Namun bagaimana jika yang menjadi batasan adalah usia? Setiap kata yang diucapkan akan memperpendek usia kita. Terbayang bagaimana takutnya seorang yang biasa cukup aktif berbicara mendadak harus diam karena setiap kata membuatnya bertaruh dengan nyawanya?

A Thousand Words sebuah film menarik dengan durasi 91 menit yang secara garis besar menceritakan seorang agen Jack McCall yang diperankan oleh seorang aktor sekaligus komedian Amerika Serikat, Eddie Murphy. Pada perannya kali ini Eddie (Jack) memiliki pekerjaan sebagai agen yang mengharuskannya memiliki keahlian komunikasi yang baik untuk memperoleh keuntungan. Kepintarannya dalam mengolah kata, cukup diakui oleh rekan kerjanya hingga ia dipercayai untuk membujuk seorang guru spiritual bernama Sinja (Cliff Curtis) untuk menulis sebuah buku.

Walau sedikit sulit Jack akhirnya berhasil membujuk Sinja, tidak main-main Ia bahkan mengatakan kebohongan dan janji-janji kebaikan. Namun setelah buku dari Sinja diterima, hasilnya cukup membuat Jack terkejut sekaligus frustasi. Bagaimana tidak, buku yang diterima hanya terdiri dari 5 lembar. Semenjak itu Jack mulai mendapatkan masalah, mulai dari pekerjaan hingga pernikahannya. Karirnya nyaris diujung tanduk. Tidak hanya sampai disitu masalah terbesarnya muncul ketika sebuah pohon yang secara ajaib tumbuh besar di halaman rumahnya, sebuah pohon yang akhirnya diketahui merupakan bagian dari takdirnya.

Film yang dirilis pada 2012 lalu ini dikemas secara modern dan sangat menggambarkan kehidupan masa kini. Ketika sekitar 1000 daun lagi yang tertinggal Jack baru menyadari bahwa setiap kata yang diucapkan akan membuat daun tersebut secara otomatis berguguran. Secara logika, Sinja yang diundang kerumahnya memberikan saran agar Ia tidak terlalu banyak bicara, karena apa lagi yang akan terjadi pada sebuah pohon ketika seluruh daunnya habis? Tentu saja kematian. Hal ini tidak membuat Jack tenang, Ia semakin frustasi, bahkan mulai melakukan kebaikan-kebaikan dan sedekah. Namun sayangnya daun tersebut tetap berjatuhan. Tentu sebab dari kebaikan yang dilakukan terlihat sangat jelas bukan karena keikhlasan melainkan ketakutan akan kematian. Seperti lelucon, Jack bahkan membantu orang tua menyebrang jalan saat memulai misi kebaikannya.

Film ini tidak hanya memberikan hiburan berupa humor, namun pesan moral yang terkandung didalamnya cukup membangun. Manusia akan lebih memahami kehidupan ketika ia mulai jauh dari kehidupan itu sendiri. Jack mulai menyadari keluarga adalah yang terpenting ketika keluarga meningggalkannya. Kesenangan yang didapat dari berbicara memang membantu dan membangun karir Jack dibidangnya. Namun hal itu membuat Ia lupa akan pentingnya mendengarkan. Mendengarkan bawahannya, mendengarkan pendapat istrinya, mendengarkan ibunya dan mendengarkan nasihat-nasihat untuk dirinya.[]

Comments

comments