Beranda Headline Semboyan Bijak Gerakan Cinta Berbahasa Indonesia

Semboyan Bijak Gerakan Cinta Berbahasa Indonesia

BERBAGI
Dara Sasmita, Duta Bahasa Provinsi Aceh 2015 | Doc. Ikatan Duta Bahasa
loading...

Riyanti Herlita | DETaK

Banda Aceh – Balai bahasa provinsi Aceh giat sosialisasikan sikap cinta tehadap bahasa Indonesia melalui Gerakan Cinta Berbahasa Indonesia (GCBI) sambil membagikan tas, gantungan kunci, kalender, poster dan stiker yang berisi semboyan-semboyan bijak, Jum’at, 13 November 2015.

“Tujuannya agar masyarakat cinta terhadap bahasa Indonesia, kalau sudah cinta maka akan menggunakan dan menjaga dengan baik bahasa tersebut”, ucap Winci Firdaus saat diwawancarai detak-unsyiah.com selepas kegiatan tersebut yang berlokasi di Simpang lima, Simpang BPKP, Simpang surabaya, dan Lampu merah Syafiatuddin.

Kendati demikian, Winci tetap menyampaikan bahwa bahasa daerah itu pasti, bahasa Indonesia itu wajib, dan bahasa Asing itu perlu. Dengan demikian, perlu adanya sosialisasi melalui GCBI tersebut yang juga menggaetkan ikatan duta bahasa provinsi Aceh.

Adapun beberapa slogan bijak yang mendapatkan antusias penuh dari pengendara tersebut diantaranya, Bahasa cermin karakter bangsa; Bahasa dan sastra membangun humanisme manusia; Bermain air basah, bermain api hangus, artinya setiap pekerjaan atau usaha ada susahnya; Bahasa mempersatukan bangsa; Bahsa menunjukkan Bangsa.

Disamping itu, program tahunan Balai Bahasa Provinsi Aceh, membangun bangsa melalui bahasa tersebut juga rutin diadakan di seluruh povinsi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2015 lalu.

Editor : Riska Iwantoni