Beranda Headline Pelatih Basket Banten: Bermain Basket Harus Pakai Anugerah Tuhan

Pelatih Basket Banten: Bermain Basket Harus Pakai Anugerah Tuhan

BERBAGI
Suasana coaching clinic yang dipandu oleh pelatih tim basket Banten.(Tajul Ula/DETaK)
loading...

Tajul Ula | DETaK

Darussalam – Dalam bermain basket kita harus pintar maka dari itu kita harus menggunakan otak yang merupakan anugerah dari tuhan untuk berfikir.

“Dengan menggunakan fikiran tersebut maka kita bisa menganalisa dan memprediksi permainan lawan,” ungkap Steve Matt, pelatih tim basket putra Banten POMNAS 2015, saat memberi coaching clinic di lapangan basket sekolah Budi Dharma Banda Aceh yang terletak di jalan A. Yani 2, Selasa, 17 November 2015.

Coaching clinic tersebut diikuti siswa dan siswi dari sekolah Budi Dharma baik tingkat SMP maupun SMA serta beberapa pemain yang berasal dari klub-klub Banda Aceh.  Dalam sesi tersebut dibagi dua kelompok yakni kelompok amatir dan kelompok pemain basket klub Banda Aceh. Steve sendiri memberi pelatihan pada kelompok pemain basket klub Banda Aceh seperti klub Putera Raja dan Panglima Polemik (Pangpol).

Steve yang tidak bisa berbahasa indonesia tersebut ditemani beberapa stafnya seperti Daniel, Chandra, Caesar dan beberapa lainnya.Coaching clinic tersebut dimulai pada pukul 17.00 hingga 18.30 Wib.

Dalam coaching clinic yang terbilang singkat tersebut Steve memberi pelatihan bagaimana melakukan defend dan rebound yang benar.

“Rebound dan defend merupakan elemen yang paling penting dalam bermain basket, jika itu sudah benar maka kita sudah bisa bermain dengan bagus,” Ungkap Steve dalam bahasa inggris yang diterjemahkan Danil.

Caesar yang merupakan asisten pelatih dari Steve mengatakan, lawatan mereka tersebut merupakan undangan dari pihak kepelatihan Budi Dharma disela- sela POMNAS 2015.

“Ya kami sangat senang dengan kesempatan yang diberikan dan kami berharap akan muncul bibit pemain basket yang luar biasa dari Aceh ini,” ucap Caesar.

Harus Riski Aulia salah satu peserta  mengaku cukup senang dengan coaching clinic tersebut.

“Walaupun dasar dan durasinya sangat singkat tapi cukup memberi ilmu tambahan bagi kami bagaimana bermain basket dengan benar,” ungkap pemain Putera Raja tersebut.[]

Editor: Riska Iwantoni