Beranda Headline OIA Sebagai Pusat Pengembangan Bahasa Asing di Unsyiah

OIA Sebagai Pusat Pengembangan Bahasa Asing di Unsyiah

BERBAGI
Halaman Depan Gedung OIA Unsyiah. 22/02/19 (Cut Siti R. | DETaK)

Cut Siti R. | DETaK

DarussalamOffice of International Affairs (OIA) merupakan salah satu lembaga di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang bekerja sama dengan pihak Internasional. Sejak tahun 2011, lembaga ini sudah menyediakan fasilitas les bahasa asing khususnya bagi mahasiswa Unsyiah dan terbuka juga untuk umum.

Mengenai hal ini, salah satu staf bidang Publikasi dan Dokumentasi OIA bernama Rahmi, menyatakan bahwa pengadaan les bahasa asing merupakan salah satu program tetap dari OIA. Program ini juga sudah berlangsung sejak lama.

“Les bahasa asing ini dibuka apabila ada tenaga pengajar penutur asli (native) dari negara asal yang sudah bekerja sama dengan pihak OIA. Sampai saat ini, les yang sudah dibuka adalah les bahasa Korea, Mandarin, Jepang, Jerman, Arab, Perancis, dan Turki. Jika pusat bahasa hanya fokus pada bahasa Inggris dan TOEFL, maka OIA membuka lebih banyak bahasa asing untuk dipelajari,” ungkapnya saat ditemui Tim DETaK di kantor OIA pada Jumat, 22 Februari 2019.

Rahmi mengatakan antusias mahasiswa Unsyiah untuk mengikuti les ini sangat besar, sehingga setiap tahunnya pihak OIA berusaha untuk menambah jumlah bahasa asing yang diajarkan.

“Mahasiswa banyak yang tertarik untuk ikut les, terutama kelas bahasa Jerman dan bahasa Perancis karena sangat jarang yang mengadakannya. Juga yang paling banyak diminati adalah les bahasa Korea hingga dibuka menjadi empat kelas. Mengenai informasi les di OIA kami lebih banyak mempromosikannya lewat media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lain-lain, agar lebih mudah diakses,” jelasnya.

Salah satu mahasiswa Unsyiah yang mengikuti kelas bahasa Korea bernama Ahsanul Nadia, mahasiswa Fakultas Keperawatan. Ia mengatakan bahwa biaya les di OIA sangat terjangkau, sehingga banyak mahasiswa yang tertarik untuk ikut termasuk dirinya.

“Adanya les ini sangat membantu. Saya melihat informasinya lewat Instagram sudah lama, tetapi baru bisa ikutnya sekarang. Setelah bergabung belajarnya seru karena langsung dari native-nya yang ngajarin, biayanya juga lebih murah daripada les-les di luar sana,” terangnya.

Rahmi mengungkapkan juga bahwasanya diadakan les ini bertujuan agar mahasiswa Unsyiah dapat menguasai bahasa asing dengan sarana dan prasarana milik Unsyiah, sehingga ketika lulus nanti setidaknya ada satu bahasa asing yang telah dikuasai.[]

Editor : Sri Elmanita S.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here