Beranda Headline Kekerasan dan Intimidasi “Lagu Lama”

Kekerasan dan Intimidasi “Lagu Lama”

BERBAGI

Desi Purnama Sari [AM] | DETaK

Darussalam – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah, menilai persamalahan intimidasi dan kekerasan menjelang Pemilu kerap kali terjadi. Polisi Daerah (Polda) Aceh dalam menangani kasus demikian masih kurang, ungkap Muhammad Chaldun, Presiden Mahasiswa (Presma), Rabu, 5 Maret 2014.

Chaldun menanmbahkan, polisi seharusnya lebih serius dalam menununtaskan kasus-kasus demikian. “Jangan ditunda-tunda lagi, karena hal ini merupakan “lagu lama”. Jangan sampai terjadi kembali kasus kekerasan selanjutnya. Apalagi ini sudah memasuki tahun politik. Hal inilah yang harus menjadi fokus utama bagi kapolda baru yang merupakan Putra Aceh sendiri,” ujarnya.

Iklan Souvenir DETaK

Ia mangatakan, bahwa OTK (Orang Tidak Dikenal) semakin berani dalam melakukan tindakan kejahatan. Tidak hanya posko saja yang menjadi incaran, tapi warga pun menjadi sasaran tembakan. “Semua dapat disalahkan, sebab permasalahan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi saja, tapi menjadi masalah bersama. Kita paham kerja mereka terbatas, jadi masyarakat seharusnya ikut membantu, minimal melaporkan,” tegasnya.

Badan Eksekutif Mahasiswa menaruh keinginan seratus persen terhadap terealisasikannya Pemilu damai, lancar dan aman. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi ketakutan dalam memilih. “Jika diperlukan, Kami berencana akan membuat kembali aksi-aksi atau melakukan Audiensi dengan salah satu perwakilan dari Polda untuk mewujudkan hal itu,” katanya.[]

Editor : Murti Ali Lingga