Beranda Headline Kegiatan Kemahasiswaan Dinilai Masih Rendah, Ini Solusi Rektor

Kegiatan Kemahasiswaan Dinilai Masih Rendah, Ini Solusi Rektor

BERBAGI
Sesi foto bersama Rektor dan Ketua BEM 2018. Senin, 15/1/2018. (Mohammad Adzannie Bessania / DETaK)

Mohammad Adzannie Bessania | DETaK

Darussalam – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berada pada peringkat ke-27 sebagai universitas terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Salah satu faktor penilaian yang mempengaruhi pemeringkatan tersebut adalah kegiatan kemahasiswaan.

Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, memaparkan hal tersebut pada sambutannya usai melantik pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unsyiah di gedung AAC Dayan Dawood. Senin, 15 Januari 2018.

Samsul Rizal menjelaskan, kegiatan kemahasiswaan Unsyiah masih memiliki nilai yang rendah agar dapat berpengaruh pada pemeringkatan universitas. Menurutnya, Unsyiah akan naik peringkat dengan cepat jika kegiatan kemahasiswaan memiliki jumlah nilai yang lebih tinggi

.
“Kegiatan kemahasiswaan Unsyiah dinilai masih kecil yaitu berada pada angka 0,6. Belum mencapai angka 1. Jika mencapai angka 1, maka Unsyiah akan naik ke peringkat 15,” tuturnya.

Samsul juga menyayangkan banyaknya kegiatan kemahasiswaan yang tidak tercatat dengan baik dan tidak bisa dilaporkan.

“Saya sudah minta kepada Wakil Rektor III (WR III) bahwa kegiatan kemahasiswaan harus dicatat dengan baik, terutama prestasinya,” sambungnya.

Salah satu kegiatan kemahasiswaan yang mengundang prestasi menurutnya ialah dengan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti. Ia menyebutkan telah menganggarkan dana untuk setiap proposal yang diajukan mahasiswa melalui WR III.

“WR III sudah menganggarkan dana untuk setiap proposal sebanyak Rp 250 ribu, kemudian Anda bisa memanfaatkan dana paling sedikit Rp 10 juta dari kementrian kalau Anda memenangkan PKM,” lanjutnya.

Disamping itu, Samsul menyebutkan telah meminta WR III agar “menghidupkan” Gelanggang Mahasiswa setiap minggu akhir pekan untuk kegiatan kemahasiswaan. Ia mempersilahkan mahasiswa untuk menggunakan fasilitas gelanggang sebagai wadah berkreasi.

“Untuk tahap pertama, tidak mungkin setiap minggu, tetapi akan kita danai. Saya akan meminta sponsor dari bank dan sudah saya sampaikan kepada Wakil Gubernur,” jelasnya.

Samsul beranggapan bahwa seluruh kegiatan kemahasiswaan kedepan sebagian besar akan didanai oleh Pemerintah Aceh. Ia juga menyinggung Wakil Gubernur, Nova Iriansyah, telah berjanji akan membiayai kegiatan kemahasiswaaan melalui Pemerintah Aceh.

“Namun, hingga hari ini DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dan Pemerintah Aceh belum sahkan APBA (Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh) 2018. Ada tidak dana untuk kemahasiswaan, ini yang perlu kita kawal bersama,” tandasnya.[]

Editor: Fazrina Nabillah

Comments

comments