Beranda Headline Ini Rangkaian Acara Dies Natalis Unsyiah ke-54

Ini Rangkaian Acara Dies Natalis Unsyiah ke-54

BERBAGI
Tugu Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. (Dok. DETaK)

Siaran Pers | DETaK

Tugu Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. (Riska Iwantoni/DETaK)
Tugu Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. (Riska Iwantoni/DETaK)

Darussalam – Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) , Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng membuka rapat senat terbuka dalam rangka memperingati hari jadi ke-54 Unsyiah yang jatuh pada tanggal 2 September. Acara yang berlangsung di gedung AAC Dayan Dawood itu diikuti segenap mahasiswa dan civitas akademika Unsyiah, para undangan serta secara khusus dihadiri Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset ,Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Prof. Dr. Intan Ahmad, P.Hd. Rabu, 2 September 2015.

Rektor Unsyiah dalam sambutannya mengatakan, bahwa diusianya yang 54 tahun ini Unsyiah telah berada tahap kematangan, atau berada di puncak karir kehidupan. Akan tetapi, mengingat besarnya tantangan ke depan. Apalagi sebentar lagi Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Maka tuntutan untuk hal tersebut semakin tinggi. Oleh karena itulah, lanjut Rektor, tidak ada istilah puncak karir.

“Karena institusi ini masih memiliki peluang dan kesempatan yang sangat terbuka untuk terus berkembang,” ucap Rektor.

Alasan ini pulalah yang menuntun Unsyiah untuk memilih tema, “Kemandirian Keuangan dalam Rangka Pengembangan Mutu Akademik pada Perguruan Tinggi”, dalam peringatan Dies Natalis kali ini. Menurut Rektor, tema ini sangat sesuai. Mengingat semua sistem perencanaan dan pengembangan mutu didasarkan pada tingkat kemandirian keuangan serta kualitas pengeloalaannya. Oleh sebab itulah, Rektor menyakini bahwa alokasi dan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan menjadi kunci utama dalam pengembangan mutu akademik.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengungkapkan. Bahwa tujuan dari refleksi hari jadi Unsyiah ini adalah, untuk menapaktilasi perjalanan Universitas tertua di Aceh ini selama setahun ke belakang. Sehingga Unsyiah bisa mengevaluasi secara menyeluruh perkembangannya selama setahun belakang ini. Di sisi lain, evaluasi menyeluruh ini juga sangat membantu untuk mengetahui berbagai kekurangan dan ketidaksempurnaan Unsyiah.

Di usianya yang ke 54 ini, Unsyiah telah meraih banyak pencapaian. Seperti 10 program studi Unsyiah telah berakreditasi A, yang semuanya merupakan program S1. Sementra itu, 58 program studi memiliki akreditasi B, yang terdiri dari 30 program studi S1, dua pendidikan spesialis, 16 Program Studi Pasca Sarjana serta 10 program studi S3.
Selain itu, salah satunya yang paling membanggakan adalah, Unsyiah mulai terhitung 10 Juli 2015 ini telah berhasil mendapatkan akrditasi A dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Untuk itu, kami mengucapkan terimakasih dan penghormatan kepada semua pihak atas dukunganya,” ujar Rektor.

Sementara itu, terkait sumber daya manusianya. Unsyiah saat ini telah memiliki 1.489 tenaga pengajar dengan beragam bidang keilmuan. Dari jumlah tersebut, 378 orang (25,4%) telah menyelesaikan pendidikan S3-nya di luar negeri. Lalu, 1.044 (70%) lainnya telah menyelesaikan pendidikan magister.

“bahkan, jumlah tenaga edukatif yang bergelar doktor telah bertambah 28 orang pada tahun ini,” terang Rektor.

Jumlah guru besar Unsyiah juga bertambah dalam setahun terakhir. Jika pada tahun lalu jumlah guru besar yang masih aktif 43 orang, maka tahun ini telah bertambah 45 orang. Namun menurut Rektor jumlah ini masih kurang untuk institusi sebesar Unsyiah. “ Maka kita menargetkan Unsyiah memiliki 200 guru besar untuk lima tahun mendatang,” ujar Rektor.

Pada kesempatan ini pula, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia yaitu Prof. Dr. Intan Ahmad, P.Hd, tampil untuk menyampaikan orasi ilmiahnya. Dengan judul, “Meningkatkan Mutu dan Daya Saing Perguruan Tinggi Melalui Riset, Publikasi dan Inovasi”.

Menurut Intan Ahmad, capaian Unsyiah yang berdasarkan indeks Scopus merupakan kampus nomor satu di Sumatera. Dengan posisi itu, Unsyiah harus bisa berkontribusi lebih besar lagi, untuk menyelesaikan permasalahan baik dalam skala daerah maupun nasional. Doktor lulusan University of Illinois at Urbana Champaign, Illinois, USA Ini juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Unsyiah. Karena kampus ini merupakan salah satu kampus dengan terbitan jurnal ilmiah internasional terbanyak di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Unsyiah juga memberikan penghargaan kepada beberapa alumni Unsyiah yang dianggap telah berkontribusi bagi masyarakat serta memiliki perhatian terhadap perkembangan dan pengembangan Unsyiah. Di antara tokoh tersebut adalah Kepala Kajati, Rektor Unimal, dan Bupati Aceh Tengah, Aceh Jaya, serta Aceh Selatan. Selain itu, Pangdam Iskandar Muda juga termasuk dari tokoh masyarakat non alumni yang mendapatkan penghargaan tersebut. Pada kesempatan yang sama, Unsyiah juga member penghargaan kepada civitas akademikanya yang berprestasi, baik dosen, laboran, pegawai, mahasiswa, hingga tenaga administrasi.[]

Editor: Riska Iwantoni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here