Beranda Headline Ini Pernyataan Sikap Mahasiswa Terkait Konflik Agraria

Ini Pernyataan Sikap Mahasiswa Terkait Konflik Agraria

BERBAGI
Mahasiswa menyatakan sikap terkait konflik Agraria di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh. (Murti Ali Lingga/DETaK)

Murti Ali Lingga | DETaK

Banda Aceh – Mahasiswa yang mengatasnamakan Solidaritas Mahasiswa Untuk Agraria melakukan aksi demo di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin, 21 September 2015. Menyatakan sikap atas konflik agraria yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Aceh.

Pada isi lembaran kertas yang dibagikan kepada wartawan. Terdapat lima penyataan mahasiswa.

Iklan Souvenir DETaK

Pertama, mahasiswa menuntut pemerintah wajib melakukan seluruh agenda reforma agraria secara kenfehensif dan utuh.

Kedua, mendesak pemerintah Aceh maupun pemerintah Kabupaten/kota, untuk segera melakukan penyelesaian berbagai kasus sengketa dan konflik agraria yang belum selesai, dengang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan pemenuhan hak rakyat atas tanah.

Ketiga, pemerintah wajib melakukan evaluasi dan monitoring Hak Guna Usaha (HGU) kepada seluruh perusahaan di Aceh.

Keempat, pemerintah harus segera melaksanakan redistribusi tanah bagi rakyat. Serta yang kelima adalah, pemerintah harus membentuk komisi independen penyelesaian sengketa dan konflik agraria.

Selanjutnya, terdapat juga pernyataan yang berisi penegasan atas hak dan kuasa akan tanah.

“Soal tanah adalah soal hidup. Soal darah darah yang menghidupi segenap manusia.

Penyataan ini disampaikan oleh mahasiswa yang mengatasnamakan Solidaritas Mahasiswa Untuk Agraria, yang terdiri dari BEM FH Unsyiah, UKM Forum Komunikasi Aneuk Hukum (FORKAH), UKM PA- Pintu Rimba FISIP Unsyiah. Serta turut berpartisipasi Alumni Sekolah HAM Flower Aceh, Jaringan Kesenian Mahasiswa (JARKEM) dan Komite Aksi Mahasiswa Kota (KAM-K).[]

Editor: Riska Iwantoni