Beranda Headline “Catatan Pinggir Sejarah Aceh” Bantu Buka Cakrawala Mahasiswa Aceh

“Catatan Pinggir Sejarah Aceh” Bantu Buka Cakrawala Mahasiswa Aceh

BERBAGI
Ilustrasi (Ist)

Ulfa Yanti [AM] | DETaK

Darussalam – Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mengadakan bedah buku dengan judul “Catatan Pinggir Sejarah Aceh” karya M. Dien Madjid di Auditorium Lt.2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah. Senin, 31 Oktober 2016.

Acara bedah buku dihadiri sekitar 225 orang. Peserta acara tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa prodi sejarah FKIP Unsyiah saja, melainkan dari berbagai kalangan seperti perwakilan mahasiswa Universitas Jabal Ghafur, Staf Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Yayasan Aceh Nusantara serta guru-guru Sejarah dari sejumlah sekolah di Banda Aceh.

Kegiatan yang digear sejak pukul 08.00-12.00 WIB ini bertujuan untuk memberikan informasi-informasi terbaru tentang perkembangan Sejarah Aceh yang tidak dijelaskan pada buku sejarah Aceh lainnya, seperti mengenai sejarah yang terdapat di Gayo.

Acara bedah buku ini menghadirkan dua orang reviewer yaitu Misri A. Muchsin dan Rusdi Sufi. Acara yang dikoordinir oleh Mawardi, selaku moderator dan juga dosen prodi sejarah FKIP Unsyiah berjalan dengan baik.

dalam pemaparannya, Rusdi Sufi menjelaskan bahwa tidak banyak kekurangan-kekurangan dalam buku  ini hanya saja tedapat beberapa yang harus diperbaiki seperti gambar yang kurang jelas  dan gaya bahasa yang sedikit sulit dimengerti. Pun, halnya dengan Misri A. Muchsin yang mengatakan, bahwa gaya bahasa dari setiap karangan buku itu menambah kesan dari setiap penulis tersebut.

“Saya merasa senang dengan dilaksanakan acara bedah buku seperti ini karena saya dapat membeli langsung bukunya dengan harga yang lumayan murah dibandingkan membeli di toko buku biasa dan sekaligus mendapat tanda tangan langsung dari penulisnya,” ungkap Mawaddah Warahmah, salah seorang mahasiwa prosi pendidikan sejarah FKIP Unsyiah, yang menghadiri acara bedah buku.

Mawardi selaku moderator menambahkan, bagaimanapun tanggapan-tanggapan mengenai buku yang telah diterbitkan ini, dapat menjadi contoh dan sebuah pembelajaran dalam karya M. Dien Madjid yang akan datang, juga buku ini dapat menjadi sebuah referensi bagi mahasiswa-mahasiswa program studi pendidikan sejarah khususnya.

“Sejarah itu tidak ada pelurusan, melakukan pelurusan sejarah itu salah karena sejarah berjalan sendiri dijalannya tergantung kepentingan dan aspek perhatian si penulis,” tegas Mawardi di akhir acara.[]

Editor: Maisyarah Rita

Comments

comments