Beranda Headline Bus Bantuan Pertamina Unsyiah dalam Proses Penghapusan dari Aset Unsyiah

Bus Bantuan Pertamina Unsyiah dalam Proses Penghapusan dari Aset Unsyiah

BERBAGI
bus pertamina Unsyiah yang terbengkalai di samping gedung rektorat Unsyiah. 17/11/18 (Cut Siti Raihan [AM} | DETaK)
loading...

Cut Siti Raihan [AM] | DETaK

Darussalam- Bus bantuan Pertamina milik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sudah sangat lama terparkir rapi di samping gedung rektorat Unsyiah dalam keadaan usang tak layak pakai. Kejelasan mengenai perbaikan dan pengoperasian bus masih belum jelas adanya. Semenjak diserahkan dalam bentuk bantuan pada tahun 2006 silam dan beroperasi pada saat itu, hingga sekarang bus ini tidak pernah terlihat berlalu lalang lagi di jalan.

Mengenai hal ini, Alfian kepala sub Bagian Inventarisasi barang milik negara dan Sekretariat Unit Layanan Pengadaan (ULP)  Unsyiah, saat ditemui di ruangannya, mengatakan bahwa bus bantuan pertamina ini sudah dalam proses penghapusan dari aset milik Unsyiah, Jumat, 16 November 2018.

loading...

“Bus bantuan pertamina itu kondisinya sudah tidak layak pakai, kalau kita perbaiki pun biaya yang diperlukan sangat besar. Sehingga, kami dari pihak biro sudah mengajukan kepada Kementrian Keuangan untuk proses penghapusan bus pertamina tersebut. Karena yang mempunyai hak untuk menghapus aset milik negara adalah pihak kementrian keuangan,” jelasnya kepada tim www.detak-unsyiah.com

Mengenai proses penghapusan, Alfian memberitahukan bahwa diperlukan berbagai tahap yang perlu dilalui setelah pengajuan kepada pihak Menteri Keuangan.

“Cara penghapusannya diajukan ke kementrian keuangan dan bus ini masih pada proses menunggu respon dari pihak kementrian. Jika usulan diterima, maka bus ini akan dilelang dengan harga yang ditentukan oleh pihak Menteri Keuangan. Begitu bus ini laku, dana hasil lelang tersebut akan dimasukkan ke dalam kas Negara bukan kas Unsyiah, karena barang tersebut adalah milik negara” jelas Alfian.

Alfian juga mengatakan bahwa masih ada beberapa bus yang mungkin akan diperbaiki dan dipertahankan, tetapi kurang layak juga untuk dioperasikan. Untuk bus yang masih bisa dikelola dan dioperasikan hanya bus bantuan dari Surya Citra Televisi (SCTV).

Untuk pengadaan mobil atau bus baru milik Unsyiah, Alfian mengatakan bahwa itu tergantung bagaimana kebijakan rektor, perencanaan, dan tujuan bus itu digunakan. Karena saat ini mahasiswa sudah sangat terbantu dengan adanya bus Trans Koetaradja. Baik bus milik Unsyiah atau bus Transkoetaradja sama-sama dimanfaatkan untuk keperluan transportasi mahasiswa, tutup Alfian. []

Editor: Novita Sary Saputri