Beranda Headline Begini Aksi “Al-Quds Milik Kami” dari Aceh 

Begini Aksi “Al-Quds Milik Kami” dari Aceh 

BERBAGI
(Dok. Panitia)

Rizky Filiyanda Lhokitasari [AM] – DETaK

Banda Aceh – Menyikapi isu dunia perihal keputusan AS yang akan memindahkan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem (Al Quds), massa gabungan ormas Islam Aceh adakan Seruan Aksi “Al-Quds Milik Kami” yang berlangsung di depan menara Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada 8 Desember 2017.

Aksi ini didukung oleh beberapa organisasi seperti Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh, Korps Respon Cepat (KRC), Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), Forum Silaturahmi Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (FOSMA Unsyiah), dan LDK UIN AR-Raniry.

Aksi dimulai pukul 14.00 WIB, ba’da Shalat Jumat. Aksi dibuka oleh ketua PW KAMMI Aceh yaitu Ust. Tuanku Muhammad. Aksi ini juga dihadiri tokoh politik Banda Aceh, tokoh keturunan sultan Aceh, ketua teuhapet-teuhapet Banda Aceh, Ketua Fosma Unsyiah dan organisasi dari Sekolah IT Nurul Fikri. Seruan Aksi ini dikawal oleh satuan Polisi dan juga beberapa lembaga keamanan lainnya. Menurut salah satu anggota Departemen Human Resources Development (HRD) FOSMA Unsyiah, Muhammad Alif Satrio, aksi ini berjalan lancar dan tidak terjadi kericuhan.

“Alhamdulillah, suasana cuaca tidak begitu terik, berawan, sehingga mendukung kami dalam melakukan aksi, aksi juga berjalan lancar dan tidak ada kericuhan,” ujar Alif

Aksi juga menampilkan suatu drama yang menceritakan perihal penolakan keputusan Presiden AS yang memindahkan ibukota Israel ke Yerussalem (Al Quds) yang diperankan oleh anak-anak dan beberapa perwakilan dari organisasi yang hadir hari itu. Selain drama, dilakukan pula pembakaran bendera Israel yang melambangkan masyarakat muslim Banda Aceh menolak keraspenobatan Al Quds sebagai ibukota Israel menggantikan Tel Aviv.

“Ini bentuk penolakan keras penobatan Al-Quds menjadi ibukota Israel menggantikan Tel Aviv,” sambung Alif.[]

Editor: Maisyarah Rita