Beranda Headline Aksi Gabungan Minta Segera Sahkan RUU Keperawatan

Aksi Gabungan Minta Segera Sahkan RUU Keperawatan

BERBAGI
Massa mamadati Simpang Lima, Banda Aceh lengkap dengan alat peraga untuk mendukung RUU Keperawatan segera disahkan oleh DPR RI. (Ryanti Herlita/DETaK)

Riyanti Herlita [AM] | DETaK

Massa mamadati Simpang Lima, Banda Aceh lengkap dengan alat peraga untuk mendukung RUU Keperawatan segera disahkan oleh DPR RI. (Ryanti Herlita/DETaK)
Massa mamadati Simpang Lima, Banda Aceh lengkap dengan alat peraga untuk mendukung RUU Keperawatan segera disahkan oleh DPR RI, Kamis, 25 September 2014. (Riyanti Herlita/DETaK)

Banda Aceh – Gabungan mahasiswa keperawatan dan sejumlah profesi perawat di Kota Banda Aceh, melakukan aksi dukungan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Keperawatan yang sedang dibahas oleh DPR RI. Aksi ini berlangsung di Simpang Lima, Banda Aceh dengan pengawalan Aparat Kepolisian setempat, Kamis, 25 September 2014.

Massa pengunjuk rasa berasal dari berbagai kalangan. Diantaranya mahasiswa Keperawatan Unsyiah, STIKes Yayasan Harapan Bangsa, Akper Cut Nyak Dhien Banda Aceh, pihak Dosen dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Aceh. Menurut pantauan DETaK, mereka berkumpul di Simpang Jambotape untuk selanjutnya melakukan longmarch menuju Simpang Lima, Banda Aceh.

Faidhil, Koordinator Aksi menjelaskan bahwa dukungan terhadap RUU ini dianggap penting karena tidak hanya mengatur tentang profesi keperawatan. Didalamnya juga mengatur hak-hak masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. “Oleh karenanya, Kami memohon doa restu dan dukungan masyarakat untuk pengesahan RUU ini.”

Sebagai ilustrasi, dia mencontohkan dengan disahkannya menjadi UU maka seluruh profesi perawat yang tersebar di Indonesia, termasuk di pelosok desa tidak lagi menjadi sasaran hukum ketika terlambat memberikan penanganan medis kepada pasien dalam keadaan darurat saat sedang tidak ada dokter.

“Artinya pengaturan tentang keperawatan lebih dikhususkan, tidak bersandar pada UU tentang Kesehatan seperti yang umum terjadi selama ini,” Katanya.

Selain itu, dia juga mengklaim bahwa perjuangan untuk pengesahan RUU Keperawatan ini sudah sangat lama dilakukan. “Hampir 20 Tahun PPNI secara konsisten terus menyuarakan pengesahan UU ini segera dilakukan,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya mengaku akan terus mengawal sampai pada tahap penandatanganan oleh Presiden. Pihaknya juga telah sepakat bersama-sama dengan PPNI yang ada diseluruh Indonesia untuk menyuarakan hal yang sama. “Kalau memang tidak disahkan, tentu harus dibahas ulang dan bisa memakan waktu yang lebih lama lagi. Namun tentu, harapannya segera disahkan,” imbuh Faidhil.

Berdasarkan pantauan DETaK, massa aksi juga menyebar diantara pengemudi kenderaan bermotor sambil membagikan bunga seraya meminta dukungan terhadap RUU Keperawatan. Aksi berjalan damai hingga pukul 12.00 WIB massa membubarkan diri.[]

Editor: Mulya Rizki Nanda

Comments

comments