Beranda Feature Mulyakhan, Wirausaha Muda Asal Benua Raja

Mulyakhan, Wirausaha Muda Asal Benua Raja

BERBAGI

734606_3890548715691_270634045_nAnggita Rezki Amelia | DETaK

Di usianya yang masih muda, pria ini sukses menaklukkan panggung  Jakarta Convention Center (JCC), 17 januari silam. Disaksikan tiga ribuan pengunjung JCC, ia berhasil meraih juara satu dalam ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Indonesia tahun 2012 di bidang jasa tingkat mahasiswa.

Muhammad Mulyakhan mampu mengalahkan 14 ribu peserta yang tersebar di Nusantara.  Lelaki kelahiran Benua Raja, Aceh Tamiang, 11 Maret 1990 ini, tidak menyangka bisa lolos kompetisi bergengsi itu. “Waktu di Medan, saya sempat mengundurkan diri, karena teman-teman dari medan itu luar biasa sekali omset usahanya, juga cara mereka mempresentasikan usaha mereka,” ungkap Mulya.

Mahasiswa prodi Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah ini, berhasil membawa pulang uang tunai 50 juta lewat bisnis Bimbingan Belajar (Bimbel) yang ia beri nama Genius Privat. Ia bahkan menerima penghargaan langsung dari wakil presiden Indonesia. “Pak Boediono yang ngasih piala secara langsung,” sebut pria bergolongan darah B itu.

Awal Februari 2010, Mulya membeli Genius Privat yang sebelumnya menjadi saham milik orang lain. Bahkan, sebelum membeli saham milik temannya itu,  Mulya sempat menjadi pengajar les.  “Saya memberanikan diri untuk membeli saham tersebut, walau pun sebagian ngutang,” tuturnya, lalu tertawa pelan.

“Pertama kali usaha saya jatuh bangun,” sebut anak pertama dari 3 bersaudara ini. Mulya berusaha menjadikan bisnisnya agar dapat terus berkembang. Tak heran jika ia berani unjuk diri di ajang Wirausaha Muda Mandiri Indonesia tahun 2012. Untuk proses seleksi tingkat Aceh, Mulya unggul mengalahkan lima ratus peserta di bidang jasa tingkat mahasiswa.

Tak hanya doa, berbagai usaha Mulya kerahkan untuk bisa meraih juara, mulai dari tidur larut hingga jam 4 pagi, sharing dengan para pemenang WMM sebelumnya, hingga belajar cara-cara presentasi yang baik. “Ternyata para juri tidak hanya menilai sepenuhnya dari omset, tapi yang utama personality output dan input dari usaha kita,” kata Mulya. Menurutnya, penilaian juri juga melihat dari aspek dampak sosial yang ditimbulkan para wirausaha muda terhadap masyarakat sekitar.

Pada awalnya, siswa yang mendaftar di Bimbel Genius Privat masih terbilang minim.
“Sekarang, Alhamdulillah sudah 130 siswa,” gumamnya.  Bagi Mulya, segala sesuatu itu butuh proses dan kerja keras. “Akhirilah dengan indah apa yang sudah kita mulai,” tambahnya.

Wirausaha Muda Mandiri (WMM) ialah program rutin yang diusung Bank Mandiri, yang dikhususkan untuk para wirausaha muda Indonesia.  Agenda ini bertujuan menyongsong era indonesia emas tahun 2030. “Ini memang perlombaan yang rutin, kerjasama mandiri dengan pemerintah,” sebut Mulya.

Program WMM mempunyai dua kategori yakni untuk mahasiswa dan alumni. Tiap kategori terbagi dalam empat model wirausaha seperti bidang jasa, boga, kreatif, dan industri.[]

Comments

comments