Beranda Feature Gencar Berbenah, Pustaka Unsyiah Tetap Sepi

Gencar Berbenah, Pustaka Unsyiah Tetap Sepi

BERBAGI
Foto: Anggita Rezki Amelia/DETaK

Anggita Rezki Amelia | DETaK

Foto: Anggita Rezki Amelia/DETaK

PERPUSTAKAAN Unsyiah kian berinovasi, mulai dari mengoleksi e-jurnal, e-book, bahkan e-tesis yang sangat dibutuhkan mahasiswa. Berbagai sosialisasi terkait pustaka Unsyiah kian gencar dilakukan pihak pustaka sejak Juni 2012.

“Kita sudah empat kali sosialisasi, mulai dari pengenalan open access, e-jurnal, kita undang semua mahasiswa hingga dosen,” ungkap Taufik Abdul Gani, Kepala Unit Pelayanan Teknis Perpustakaan Unsyiah.

Inovasi-inovasi tersebut adalah wujud tindakan untuk menarik perhatian mahasiswa dalam hal membaca. Namun tetap saja, mahasiswa Unsyiah masih  sangat sedikit melirik pustaka induk Unsyiah itu. “Kendalanya, mahasiswa nggak mau datang!” tegas Taufik saat ditemui detak-unsyiah.com, Kamis 1o Junuari 2013.

Miris memang, jika pustaka Unsyiah yang kian berbenah hanya diisi segelintir kaum intelektual Unsyiah. Bahkan sejak rektor baru Unsyiah, Samsul Rizal resmi dilantik, pustaka Unsyiah mulai dibenahi perlahan. Mulai dari penambahan rak-rak buku besi yang baru, hingga pembelian koleksi buku baik dalam maupun luar negeri. “Kita beli buku hampir lima miliar, termasuk proquest,” tambah Taufik.

Walau begitu, beberapa mahasiswa Unsyiah punya pandangan sendiri menanggapi pustaka berlantai tiga itu. Seperti Zahrina Azhar, mahasiswi Fisip Unsyiah, mengaku lebih sering menjejaki Pustaka Wilayah (Puswil) Banda Aceh ketimbang Unsyiah. “Pertama, Puswil suasananya lebih nyaman, lebih berasa perpustakaan, penerangan bagus,” ungkap Zahrina.

Baginya, mencari buku di Puswil lebih mudah dan beragam. “Dari buku-buku kuliah hingga bacaan umum seperti novel,” tambahnya lagi.

Berbeda dengan komentar Adi Saputra.  Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsyiah itu merasa pustaka Unsyiah sudah lebih baik. “Terutama dari segi internetnya,” tambah Adi. Namun, ia sangat menyayangkan kondisi kamar mandi pustaka. “Lampu toiletnya mati dan nggak pernah diperbaiki,” imbunya lagi.

Sejak tahun 2010, pengunjung Pustaka Unsyiah berjumlah 242768 orang dan mengalami penyusutan pengunjung pada tahun 2012, yakni hanya 172685 orang.

Di tahun 2013 ini, Taufik mengatakan akan terus mempromosikan apa yang telah ada di pustaka. Ia berharap mahasiswa Unsyiah dapat meningkatkan ilmu pengetahuan mereka di Pustaka Unsyiah.

“Pakailah fasilitas pustaka,” sebutnya. Bahkan, di tahun ini tengah direncanakan penambahan fasilitas baru Pustaka Unsyiah berupa mesin untuk mengembalikan buku. “Jadi, jam 12 malam juga bisa mengembalikan buku pustaka,” tutupnya. []

Comments

comments